Selasa, 26 Juni 2012

Manfaat Herbal Bagi Kesehatan

Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan

Rimpang temulawak mengandung sejumlah senyawa aktif berupa fraksi kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikurkumin dan bis-desmetoksikurkumin. Juga beberapa komponen minyak atsiri seperti xanthorrizhol, b-kurkumen, ar- kurkumen, kamfor dan germakrene. Kandungan utamanya berupa tepung. Bervariasi antara 48-54 %. Makin tinggi tempat tumbuhnya, makin rendah kadar tepungnya. Temulawak juga mengandung karbohidrat, protein dan lemak. Serat kasar dan mineral seperti kalium (K), natrium (Na), magnesium (Mg), Zat besi, Mangan. Fraksi minyak Atsiri tertinggi dapat diperoleh dari rimpang berusia 7 bulan. Pada usia 7,5 – 8 bulan, kandungan atsirinya berkurang.


• Memperbaiki fungsi pencernaan
Secara pra klinik ditemukan bahwa serbuk rimpang dapat meningkatkan aktivitas dalam cairan lambung sehingga membantu metabolisme dan mengurangi kontraksi usus halus.

• Memelihara kesehatan fungsi hati
Aktivitas temulawak yang berkaitan dengan fungsi hati berkaitan dengan aktivitas kolagoganya, yaitu meningkatkan produksi empedu dalam hati dan merangsang pengosongan kandung empedu. Temulawak juga dapat mengurangi aktivitas enzim glutamate oksaloasetat transaminase (GOT) serta menurunkan aktivitas enzim glutamate piruvat transaminase (GPT) baik, secara pra klinik in vitro dan in vivo maupun secara klinik. Hasil uji klinik menunjukkan bahwa dosis yang digunakan untuk memperoleh manfaat menurunkan kadar SGOT dan SGPT adalah 15-30 mg kurkumin.

• Mengurangi nyeri dan radang sendi
Kurkumin yang terkandung dalam temulawak mempunyai aktivitas antiradang yang setara dengan 100 mg fenilbutazon yang dapat mengurangi nyeri dan radang sendi. Dicapai melalui penghambatan migrasi sel-sel leukosit ke daerah radang atau melalui penghambatan pembentukan serta transportasi mediator radang yaitu prostagladin. Dari hasil uji klinik menunjukkan adanya perbaikan pada penderita radang sendi. Dosis yang digunakan uji klinik adalah 400-1200 mg per hari.

• Menurunkan kolesterol atau lemak darah
Hasil uji praklinik dan klinik menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dan fraksi kurkuminoidnya dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida dan meningkatkan kadar HDL kolesterol. Komponen yang diduga berperan dalam menurunkan lemak darah adalah kurkuminoid. JIka tidak dinyatakan lain, dosis yang dianjurkan adalah 25-50 gram
simplisia kering yang dididihkan pada 200 ml air, hingga tersisa 100 ml. Air rebusan disaring dan diminum pagi dan sore.

• Sebagai antioksidan dan membantu pemeliharaan kesehatan
Kurkumin bekerja sebagai antioksidan karena mampu menangkap radikal-radikal bebas oksigen seperti anion superoksid, dan radikal hidroksil sehingga membantu memelihara kesehatan. Gunakan ekstrak kering temulawak , minum 3 kali sehari, tiap kali lebih kurang 250 -500 mg.


Manfaat Keladi Tikus


Di kalangan masyarakat umum, secara tradisional dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan, batuk dan terutama untuk pengobatan kanker. Cara pemanfaatnya adalah dengan memanfaatkan air hasil dari rebusan rimpangnya yang dicampur madu untuk dikonsumsi sebagai minuman. Ada juga praktek-praktek lain di mana daunnya dimakan sebagai lalapan mentah.
Beberapa kandungan kimia telah teridentifikasi secara ilmiah terdapat dalam keladi tikus. Heksana di dalamnya dilaporkan mengandung hidrokarbon jenuh dan asam alifatik, sedangkan etil asetat di dalamnya diketahui mengandung asam lemak aromatik. Selain itu, terdapat juga glikosida fenilpropanoid, sterol, dan cerebroside yang dilaporkan memiliki efek anti-hepatotoksik, mengurangi dahak, anti-asmatik, anti-inflamasi, analgesik dan sedatif.Studi farmakologi yang dilakukan pada tikus juga menunjukkan bahwa jus ekstrak keladi tikus mampu mencegah hepatocarcinogenesis (pertumbuhan sel-sel kanker hati). Keladi tikus membantu detoksifikasi sistem darah dan menghasilkan mediator yang merangsang  sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan sel-sel kanker, seperti pada kanker paru, kanker prostat, kanker payudara, kanker hati dan kanker darah. Karena alasan ini, keladi tikus juga bermanfaat mengurangi efek samping kemoterapi dan radioterapi dalam pengobatan kanker. Kandungan zat aktif heksan dan diklorometana pada tanaman ini dipercaya menghambat pertumbuhan sel-sel kanker secara signifikan, dengan hampir tanpa efek samping karena tidak sitotoksik terhadap sel-sel normal (non-tumorigenik). Keladi tikus bahkan juga mengandung asam amino esensial tinggi yang dikenal sebagai arginine, agen yang mempertahankan metabolisme dan pertumbuhan normal sel-sel.

Anjuran pemakaian

Keladi tikus umumnya harus dikonsumsi selama 3-6 bulan sebelum Anda bisa melihat efek pengobatannya. Namun, dalam beberapa kasus ada juga yang melaporkan sudah melihat hasilnya dalam waktu lebih pendek.  Keladi tikus dapat memberikan efek samping seperti mual, muntah dan feses berwarna kehitaman. Meskipun umumnya hal itu menandakan bahwa efek terapeutiknya bekerja, bila efek samping terlalu besar, sebaiknya menghentikan konsumsi untuk sementara.



Manfaat Biji Kemukus

Buah berbiji tunggal dan rasanya pedas inilah yang dimanfaatkan sebagai jamu antiseptik. Biji ini mengandung minyak atsiri yang tersusun dari bermacam-macam alkena seperti dipenten dan kadmen. Tapi, yang terpenting adalah kamfen (yang menyebabkan bau kapur barus), asam kubebat dan kubebin (sejenis furanol) yang menimbulkan rasa pahit. Kamfen dan kumpulan alkena dalam minyak atsiri itulah yang berkhasiat antiseptik.
Dulu, sebelum ditemukan obat anti kuman, biji kemukus digunakan sebagai obat gonorhoea, sejenis penyakit kelamin akibat bakteri Neisseria gonorrhoea. Gejalanya, dari luka yang timbul keluar nanah, sehingga penyakit itu terkenal sebagai penyakit kencing nanah. Bakteri Neisseria bisa dibasmi oleh minyak asiri yang ada pada biji kemukus. Dalam bentuk serbuk halus, biji yang sudah digiling itulah yang digunakan untuk mengobati gonorrhoea pada kaum pria.
Karena khasiatnya yang antiseptik itu pula, biji kemukus dipakai untuk mengobati penyakit seperti sakit perut, asma, disentri, gonorrhoea, dan keputihan.
Untuk melawan keputihan cobalah resep berikut ini: ambillah 12 butir biji kemukus, 5 buah cengkih, 2 rimpang kunci kuning, 2 potong kayu rapat sepanjang jari tangan, 10 butir biji rumput sukmadiluwih, 1 buah kembang lawang dan 2 potong kayu mesoyi sepanjang 2,5 cm selebar 2 cm. Kesemuanya dicampur dalam keadaan kering dan ditumbuk sampai halus.
Sebelum dikonsumsi, serbuk hasil tumbukan itu terlebih dahulu dicampur dengan air perasan daun tapak liman 3 batang dengan akarnya, sari 2 jeruk nipis dan segelas air. Semuanya diseduh dalam keadaan segar. Jamu mentah ini lebih berkhasiat dari pada yang sudah direbus, dan jumlah yang diperoleh cukup untuk pemakaian 3 kali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar